Pemain Bola Legendaris – Pele

Edison “Edson” Arantes do Nascimento lahir pada tanggal 23 Oktober 1940 dan lebih dikenal dengan nama Pele adalah seorang pemain sepak bola legendaris yang berkebangsaan Brazil. Pele dikenal luas sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa dijuluki sebagai Raja sepak bola “The King”. Dalam karirnya, Pele telah mencetak 760 gol dalam 541 liga menjadikannya sebagai pahlawan bagi Brazil. Pele berkontribusi dalam meningkatkan kondisi kemiskinan untuk anak anak miskin yang di Brazil.

Gaya permainan Pele yang memiliki teknik penggiringan bola, passing, kecepatan, tendangan yang kuat, sundulan yang luar biasa, dan pencetak gol yang berkesan.  Pele pensiun pada tahun 1977 dan menjadi Duta besar dunia olahraga sepak bola dan pada saat ini menjabat sebagai Presiden Honor New York Cosmos.

Karir

Pada tahun 1956, Santos dibawa oleh de Brito untuk bergabung dengan klub sepak bola Santos dan memgatakan bahwa Pele akan menjadi pemain sepak bola terbaik di seluruh dunia. Pele memulai debutnya pada bulan September mencetak sebuah gol dari tujuh gol melawan Corinthians. Pada tahun 1957, Pele diberikan posisi sebagai pemain utama dan berhasil menjadi pencetak gol terbanyak.

Pele memenangkan gelar pertama Campeonato Paulista bersama Santos pada tahun 1958 dan berhasil menjadi pencetak gol terbanyak sebanyak 58 gol.

Masa paling sukses Santos dimulai pada tahun 1962 dimana Santos berhasil memenangkan setiap pertandingan kecuali satu pertandingan melawan Cerro. Santos berhasil mengalahkan Universidad Catolica di semi final dan berhasil melawan juara bertahan Penarol di Final dimana Pele berhasil mencetak gol untuk memenangkan gelar piala Liberdatos yang paling bergengsi di benua Amerika.

Pele menyatakan bahwa gol tercantik yang pernah dicetak olehnya adalah gol yang dicetak pada stadiun Rua Javari pada pertandingan Campoenato Paulista melawan Saou Paula pada 2 Agustus 1959, Namun tidak ada video untuk pertandingan tersebut. Pada tahun 1961, Pele mencetak gol yang disebut sebagai gol tercantik dalam sejarah Maracana pada pertandingan melawan Fluminese. Pele menerima bola pada daerah kotak penalti timnya berlari sepanjang lapangan dan menghindari pemain lawan, dan menendang bola melewati kiper.

Pada masa jayanya bersama Santos, Pele bermain bersama pemain bertalenta lainnya seperti Zito, Pepe, dan Coutinho yang selalu menjadi rekannya untuk melakukan operan satu dua.

Pada tahun 1972, Pele pensiun dari klub sepakbola Brazil dan dua tahun selanjutnya Pele menandatangani kontrak dari New York Cosmos. Meskipun Pele telah melewati masa primanya, Pele mendapat pujian karena menarik popularitas dan perhatian publik dalam bermain sepak bola di Amerika Serikat.

Pada tahun 1977, Pele secara resmi melakukan penutupan karirnya pada pertandingan antara Cosmos melawan Santos. Pertandingan tersebut dihadiri oleh keluarganya dan juga rekan olah raga lainnya seperti Muhammad Ali dan Bobby More. Pele bermain babak pertama bersama Cosmos dan babak kedua bersama Santos. Pele mencetak gol terakhirnya melalui tendangan bebas melewati kiper Santos.

Dengan ketenaran dan popularitas Pele, banyak klub Eropa seperti Juventus, Real Madrid, dan Manchester United mencoba untuk membelinya. Namun, Pemerintah Brazil mengeluarkan deklarasi bahwa Pele adalah Harta karun Bangsa untuk menjaga Pele bermain di Brazil.

Karir Internasional

Pele memulai karir Internasionalnya pada pertandingan persahabatan melawan Argentina pada Juli 1957.

Pada piala dunia 1958, Pele turut berpartisipasi bersama dengan Garrincha, Zita, dan Vava. Dia menjadi pemain termuda dalam kompetisi itu.  Dia mencetak gol pertamanya pada pertandingan melawan Wales yang membuat Brazil berhasil maju sampai semi final. Pele berhasil mengangkat trofi piala dunia 1958 pada usia 17 tahun mengalahkan Swedia dengan skor 5 – 2.

Brazil kembali memenangkan piala dunia kedua kalinya di Mexico pada tahun 1962. Pele mengalami cedera pada pertandingan melawan Cekoslowakia yang membuatnya harus absen selama turnamen.

Pada piala dunia 1966, pertandingan diwarnai dengan pelanggaran yang brutal terhadap Pele oleh pemain bertahan Bulgaria dan Portugis. Brazil tereliminasi pada pertandingan grup dengan hanya bermain dalam tiga pertandingan. Pele mengalami cedera pada pertandingan melawan Bulgaria karena pelanggaran brutal yang dilakukan oleh Joao Morais, namun tidak dikenakan kartu merah oleh wasit George McCabe.

Pele kembali bermain pada piala dunia 1970 terakhir kalinya setelah menolak bermain akibat pelanggaran brutal yang dilakukan pada piala dunia 1966. Pele yang bermain bersama Rivelino, Jairzinho, Gerson, Carlos Alberto Torres, Tostao, dan Cloodoaldo dianggap sebagai tim sepak bola terbaik dalam sejarah sepak bola. Brazil berhasil memenangkan pertandingan final melawan Italia dengan skor 4 – 1. Pele berhasil membuka gol pertama dengan sundulan melalui pemain bertahan Italia Tarcisio Burgnich.