Pemain Bola Legendaris – Johan Cruyff

Hendrik Johannes Cruijff, dikenal dengan Johan Cruyff, adalah pemain legendaris yang berasal dari Belanda dan pada saat ini merupakan manajer dari tim nasional Catalan dan juga anggota dari direksi AFC Ajax. Johan Cruyff memenangkan tiga kali Ballon d’Or pada tahun 1971, 1973, dan 1974.

Total Football” merupakan salah satu strategi permainan bola yang diwariskan oleh Johan Cruyff dimana strategi ini menetapkan perubahan posisi pemain untuk mengisi posisi pemain lain yang sedang menyerang atau bertahan.

Cruyff terkenal dengan gaya permainannya yang cepat, keahlian teknisnya, drible, dan yang paling utama adalah visinya untuk membaca permainan berdasarkan posisi pemain. Cruyff mendapatkan julukan “Phytagoras in boots” (Phytagoras dalam sepatu) karena dipercaya memiliki kemampuan untuk memperhitungkan kesulitan dan ketepatan dari sudut operannya.

Selain strategi permainan, Cruyff juga merupakan pemain yang terkenal dengan salah satu teknik bermain bola yang dinamakan “Cruyff Turn” dimana gerakan ini melakukan tipuan untuk mengoper atau menendang bola, namun bertujuan untuk menarik bola ke belakang untuk melewati pemain bertahan.

Karir

Cruyff bergabung dengan Ajax pada usia 10 tahun dan memulai debut profesionalnya pada tahun 1964 melawan GVAV dan mencetak satu satunya gol untuk Ajax yang kalah 3 – 1. Cruyff membuat perubahan pada tahun 1965 dan menjadi pemain tetap setelah mencetak dua gol melawan Door Wilskracht Sterk dan pada tahun 1966 berhasil membawa Ajax memenangkan liga Belanda.

Pada tahun 1967 Ajax kembali memenangkan piala Liga dan juga memenangkan piala KNVB menjadi double pertama Cruyff. Cruyff menjadi pencetak gol terbanyak pada musim itu sebanyak 33 gol.

Cruyff membawa Ajax kembali memenangkan liga Belanda sebanyak dua kali, begitu juga dengan piala KNVB dan menjadi pemain sepak bola Eropa terbaik pada tahun 1971.

Pada tahun 1973, Cruyff dijual ke klub raksasa Spanyol Barcelona dengan nilai sekitar US$ 20 juta. Cruyff memenangkan hati fans Barca ketika dia menyatakan bahwa dia lebih memilih untuk bermain untuk Barca daripada Madrid karena dia tidak dapat bermain untuk klub yang berasosiasi dengan diktator Spanyol Fransisco Franco. Cruyff membantu Barcelona memenangkan La Liga pertama kalinya sejak tahun 1960 dan juga mengalahkan Real Madrid dengan skor 5 – 0 di Santiago Bernabeu. Cruyff kembali mendapatkan penghargaan sebagai pemain Eropa terbaik pada tahun 1960.

Cruyff mencetak salah satu gol yang terkenal Phantom Goal pada masa karirnya bersama Barcelona melawan Atletico Madrid. Cruyff yang melompat di udara dan melekukkan tubuhnya secara mendatar  membelakangi gawang dan menendang bola melewati kiper dengan menggunakan tumit kanannya.

Cruyff bergabung dan bermain untuk klub Amerika pada usia 32 tahun selama tiga tahun dan kemudian pada tahun 1981, bergabung dengan Levante. Cruyff yang mengalami cedera hanya tampil sebanyak 10 kali dengan dua gol. Hal tersebut menimbulkan kontroversi dan gagal membawa Levante ke kancah La Liga. Selanjutnya Cruyff bermain kembali di Ajax dan juga Feyenoord.

Karir Internasional

Cruyff mencetak 33 gol dalam 48 kali pertandingan dan tim nasional Belanda tidak pernah gagal untuk mencetak gol dalam pertandingan yang dimainkan oleh Cruyff.

Cruyff membawa tim Belanda sebagai runner-up juara piala dunia 1974 dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan. Belanda kalah pada pertandingan final melawan Jerman Barat dengan skor 2 – 1.

Cruyff pensiun dari karir internasional pada bulan Oktober 1977 setelah membantu tim nasional lolos ke piala dunia berikutnya.