Bola betting – Visi di dalam mencari sumber penghidupan.

Liga sepakbola dalam Myanmar mulai dari menampakkan perbaikan dalam sejumlah tahun belakangan. Jangan heran kalau pasukan nasional U-19 mereka belakangan meningkat atau nantinya tim senior hadir bagus di Piala AFF 2014. Pertarungan sepakbola di ‘Negeri Tanah Emas’ ini sebenarnya sedang membenahi.test1

Tahun 1996 berdokumentasikan jadi awal dimulainya liga sepakbola pada Myanmar. Namanya Myanmar Premier League (MPL). Liga tersebut beredar selama 13 tahun hingga dan kemudian berhenti di tahun 2009.

Mempertimbangkan keadaan kebijakan Myanmar jangka ini, dipastikan klub-klub kontestan liga pun juga bukan kru sembrono. Mulai tahun 1962 hingga 2011, Myanmar terdapat pada pasungan penguasa yg otoriter. Yg amat kritis yakni junta militer sejak 1997 sampai 2011. Mengingat situasi ini, sebagian besar berkandang dalam Yangon –ibukota Myanmar sebelum pindah ke Nay Pyi Taw, & termasuk milik kementerian pemerintah beserta hanya beberapa tim swasta.

Di kurun waktu itu, team nasional Myanmar kendati seakan runyam berprestasi. Mereka tak pernah memikat piala, bahkan di arena regional Asia Tenggara. Raihan unggul Myanmar hanyalah sebagai semifinalis Piala AFF dalam tahun 2004.

Myanmar National League Tampil Era Baru

Selepas MPL, terdapat liga baru pada Myanmar. Liga menyerap ke era terlatih dgn sebutan Myanmar National League (MNL). Tatkala itu, tahun 2009, memerankan musim pertamanya.

Di gelaran pertamanya, MNL diikuti sama delapan team anyar. Tim itu yakni team swasta yg tampil bertepatan dgn bergulirnya musim mula-mula kasta tertinggi sepakbola negara yang dikenal dgn batu gioknya ini.

Sejauh enam musim MNL melintas, dua club oleh sebab itu penguasa: Yangon United serta pula Yadanarbon FC. Keduanya sama-sama tiga kali berjaya jadi juara MNL.

Tatkala gelaran Piala Asia U-19 dalam Myanmar dalam bulan Oktober sebelumnya, detikSport ada peluang utk menengok keliru kandang Yangon United. Bertepatan, skuad nasional Indonesia U-19 berlatih dalam kandang Yangon United, Yangon United Sports Complex.

Tak bayangkan markas Yangon United ini merupakan stadion megah. Bahwa Anda sempat hadir di stadion Surajaya, Lamongan, kandang Persela Lamongan yang berkapasitas 15. 000 orang2 itu jauh kian gede. Keahlian Yangon United Sports Complex cuma 3. 500 orang.

Tempat zona Yangon United bersinggungan, disewakan untuk biasa tatkala sedang tak dipakai. Sekitar orang2 ekspatriat bersama kelompok Myanmar tampak mencari keringat dengan bermain sepakbola. “Kami benar-benar biasa mengontrak dan tampil di sini, ” ucap salah seorang ekspatriat dr industri telekomunikasi yang sedang membikin jaringan pada Yangon.

Tidak cuma itu, toko merchandise kendati juga ada. Ukurannya tak besar memang, cuma kira-kira 6×6 meter. Namun demikian, barang yg dijajakan benar-benar rada lengkap. Atas jersey, celana skuad, kaos kaki, mug, sampai gantungan kunci.

Sponsor pun pula tidak ketinggalan. Suatu perusaahan apparel daripada Thailand, Grand Sport, dan juga Asia Green Development Bank (AGD), setia sebagai penyokong mulai kesebelasan ini tampil tahun 2009 itu.

Satu reputasi pula dikasih oleh tiap-tiap warga Yangon ketika terdapat seseorang yg menggunakan jersey resmi kesebelasan. “Jersey sah Yangon United. Bagus-bagus, ” ucap salah seorang yg tahu detikSport menyatukan jesey Yangon United dalam satu diantara jalan di sekitar Sule Pagoda.

Lazim kalau klub-klub di Myanmar mesti kreatif buat mencari dana untuk bisa hidup. Omongan dengan seorang sopir taksi, Aung San, sanggup menjawab pertanyaan ini.

“Di Myanmar, kami gak siap berutang, gak ada yg namanya pinjaman. Segenap kudu dibayar dengan uang tunai. Kartu kredit juga tdk diizinkan oleh pemerintah, ” ujar pria yang pernah berkelana ke Malaysia ini.